Hubungi Kami

Cara Menyusun Peraturan Perusahaan Secara Efektif

Setiap perusahaan dapat dipastikan memiliki aturan untuk mengatur karyawan beserta seluruh pihak yang memiliki kaitan dengan pencapaian tujuan perusahaan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah melakukan kontrol terhadap dinamika perusahaan. Peraturan perusahaan disusun dengan berpedoman terhadap undang-undang ketenagakerjaan no 13 tahun 2003 sekaligus juga melihat kebutuhan perusahaan. Peraturan perusahaan memuat sekurang-kurangnya:

Hak dan kewajiban perusahaan Hak […]

Tampil Angka Pada Kolom Yang Kurang atau Lebih Dipotong Pada Formulir 1721-A1 ( No. 23 ) Sedangkan PPh 21 Sudah Dibayarkan Seluruhnya

 

Mengapa pada Formulir 1721-A1 pada No. 23 Jumlah PPh Pasal 21 – a. Yang Kurang DiPotong (21-23) tampil sejumlah nominal tertentu di sebagian pegawai, sedangkan pada menu Laporan > Selisih Antara Nilai Perhitungan Dengan Pelaporan SPT – Bruto & PPh terlihat perusahaan sudah melakukan pembayaran sesuai dengan PPh 21 yang seharusnya?

[…]

Apa Efek Dari Settingan Pada Setup Preferensi Kolom Nilai THP Dibulatkan Ke Atas 0,100,500 dan 1000 ?

Apa efek pengisian 0/ 100/ 500/ 1000 pada kolom Nilai THP dibulatkan ke Atas di Menu Utama > Setup Preferensi ?

Jika pada perusahaan Anda ada karyawan yang menerima gaji dengan sistem pembayaran cash, Anda dapat menggunakan fasilitas Pembulatan untuk membulatkan nominal Take Home Pay pegawai. Pembulatan digunakan untuk mepermudah pemberian uang […]

Apa Perbedaan Antara Dasar Plafon Medical Klaim dan Reimbursement ?

Perbedaan Antara Dasar Plafon Medical klaim dan Reimbursement pada Krishand Payroll :

 

Perbedaannya terletak pada penggantian yang diberikan oleh perusahaan.

Jika Anda menggunakan Dasar Plafon reimbursement maka penggantian kepada pegawai hanya beberapa persen dari nilai klaim medical (besarnya persen tergantung perusahaan).

Sedangkan jika Anda menggunakan Dasar Plafon klaim maka penggantian kepada pegawai akan sebesar […]

Cara Setup Komponen Gaji Untuk Perhitungan PPh THR/ Bonus Yang Dipisah dari PPh Gaji

Cara penambahan komponen THR (Tunjangan Hari Raya) pada krishand Payroll

Dengan contoh kasus seperti di bawah ini :

Perusahaan akan membayarkan THR pegawai dengan waktu yang berlainan dengan pembayaran gaji. Slip Gaji yang terpisah dengan Slip THR Perusahaan membayarkan THR satu kali gaji untuk pegawai yang sudah bekerja minimal selama 1 (satu) tahun, sedangkan pegawai […]

Pembayaran THR yang Dipisahkan Dari Pembayaran Gaji

Untuk beberapa kasus tertentu, kadang-kadang pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya) dilakukan terpisah dengan pembayaran gaji di mana pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya) dilakukan di awal bulan dan pembayaran gaji di akhir bulan.

Untuk menyiasati hal ini, maka harus dibuatkan 3 slip gaji :

1. Slip gaji gabungan (gaji + THR dibayar sekaligus) 2. Slip gaji […]

Implementasi Program Penggajian Krishand Payroll Dalam Contoh Kasus Paling Sederhana

Contoh kasus penggajian pegawai :

PT XYZ baru berdiri pada tahun 2009 dan memiliki 3 orang pegawai dengan data-data sebagai berikut:

Ani Jabatan : Staff Admin Departemen : Administrasi Rekening bank : BCA 123-4567890 Budi Jabatan : Staff Sales Departemen : Sales Rekening bank : Mandiri 122-00-1234567-8 Carolina Jabatan : Manager Accounting Departemen : Accounting […]

Cara Menambah Komponen Gaji

Untuk menambahkan komponen gaji setelah Krishand Payroll telah di-setting sesuai dengan kondisi perusahaan seharusnya dapat dilakukan dengan 3 tahap yaitu :

Misalnya akan ditambahkan komponen Premi Asuransi yang digunakan untuk penghitungan pajak PPh 21 di akhir tahun.

Tahap Pertama : buat terlebih dahulu master dari komponen premi tersebut, dengan langkah sebagai berikut :

September 5th, 2013 | Tags: , | Category: Tips | Leave a comment